Pembibitan buah naga dapat dilakukan secara Generatif dan Vegetatif.

1.    Pembibitan Secara GeneratifPembibitan secara generatif merupakan upaya mendapatkan tanaman baru melalui biji, keuntungan perbanyakan bibit dengan menggunakan biji ini berupa bibit yang diperoleh banyak, pertumbuhannya seragam dan kekar, sedangkan kelamahannya membutuhkan waktu yang lama. Biji yang digunakan untuk pembibitan secara generatif ini berasal dari biji yang buahnya sehat, tua dan telah matang di pohon.

Pengambilan Biji dari BuahPersiapan alat:
•    Penyaring terbuat dari kasa berlubang lembut berasal dari bahan plastik ataupun kawat nyamuk
•    Diameter penyaring sekitar 8 cm yang dibentuk seperti penyaring daun the
•    Alat dibuat kencang dan kuat
•    Biasanya alat dapat menampung 1 sendok daging buah

Persiapan buah:
•    Buah yang terpilih, dibelah
•    Daging buah diambil dengan sendok

Langkah Kerja
•    Biji & daging buah ditekan-tekan perlahan pada alas penyaring, sehingga tersisa bijinya saja
•    Biji yang tersisa dibersihkan dengan air mengalir
•    Biji dikeringkan
•    Setelah biiji kering, biji ditaburi ridomil sambil dilumat dengan tangan
•    Biji siap disimpan atau siap disemaikan

Kebutuhan Biji dan Bibit
•    Setiap 600 biji akan diperoleh 400 benih (daya tumbuh 65 -70%)
•    Untuk lahan 1 ha dengan sistem tanam double rowing dibutuhkan sekitar 15.000 biji (setara dengan 15 gram biji) untuk mendapatkan bibit 10.400 bibit siap tanam
•    Sejumlah bibit tersebut membutuhkan lahan semai seluas 15 m2

Media Penyemaian
•    Media semai : pasir steril, humus halus, dan guano (kotoran burung) yang sudah dihaluskan  dengan perbandingan 6:1:1
•    Media dibasahkan terlebih dahulu
•    Lalu masukkan ke dalam kotak (tinggi kotak 3 – 5 cm, panjang & lebar disesuaikan) lalu dibuat larikan-larikan
•    Jumlah media untuk bibit kebutuhan 1 ha adalah 250 – 300 kg

Penyemaian
•    Benih lama disimpan untuk disemaikan, dikukus terlebih dahulu selama 0,5 menit
•    Sebelum dikukus, benih dimasukkan ke dalam kantong kain yang halus
•    Benih yang sudah dikukus dapat disebarkan dalam larikan
•    Atau biji dicampur dengan pasir, lalu taburkan tipis di permukaan semaian
•    Tutup dengan selapis humus halus
•    Setelah itu permukaan media disemprot dengan ridomil
•    Tempatkan kotak semai di ruang kena cahaya dan bersirkulasi udara lancar
•    Penempatan persemaian sampai bibit tumbuh sekitar 3 cm
•    Paling lama 1 bulan biji sudah berkecambah
•    Pada saat ini diperlukan kelembaban, caranya dengan menyiram dengan penyemprot berkabut halus
•    Penyiraman dilakukan setiap hari
•    Untuk mecegah jamur (karena kelembabab) diberikan belerang dosis 0,5 gram/liter air untuk luas 4 m2
•    Belerang dapat diganti dengan ridomil atau dithane dengan dosisi 0,5 g/l air
•    Penyemprotan fungisida belerang/ridomil/dithane ini dilakukan seminggu sekali dengan 3 kali ulangan hingga bibit mencapai 2 cm
•    Setelah bibit tingg2 cm sudah bisa dipindahkan ke polybag ukuran 15 x 20 cm
•    Media polybag : campuran tanah, pasir,  pupuk kandang dengan jumlah yang sama

Penanaman di Pesemaian
•    Sebelum bibit ditanam, media perlu dibasahi dengan larutan pupuk daun npk berupa hortigro dengan komposisi 11:44:11 sebanyak 1 kg, selanjutnya media ditambahkan npk 16:16:16 sebanyak 5 kg/200 liter air. Larutan ini cukup untuk sebanyak 10.000 polybag
•    Media di polybag dibuatkan lubang dengan menggunakan jari telunjuk sedalam 1 – 2 cm, lalu masukkan bibit, media sekitar bibit sedikit ditekan
•    Setelah bibit ditanam , bibit disemprot ridomil yang sudah dicampur dengan atonik seminggu sekali, dosis ridomil 15 gram & atonik 5 cc untuk 10 liter air (dosis ini untuk keperlua sekali semprot pada areal bibit 15 m2)
•    Bibit dalam polybag dapat dipindahkan ke tempat teduh selama 1 minggu, lalu dapat dipindah ke tempat lebih terbuka
•    Bibit disiram sehari sekali
•    Bibit dapat ditanam di lapangan setelah mencapai 20 – 30 cm

Bersambung......PEMBIBITAN BUAH NAGA (II)

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2012 THL-TB PENYULUH PERTANIAN TEBO / Template by : THL-TBPP TEBO